Komitmen Kampus Inklusif, UNIMUS Semarang Selenggarakan Pelatihan Pendampingan Mahasiswa Disabilitas
February 13, 2026 2026-04-19 14:48Komitmen Kampus Inklusif, UNIMUS Semarang Selenggarakan Pelatihan Pendampingan Mahasiswa Disabilitas
Komitmen Kampus Inklusif, UNIMUS Semarang Selenggarakan Pelatihan Pendampingan Mahasiswa Disabilitas
Semarang — Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Mahasiswa Disabilitas sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan kemahasiswaan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan kampus UNIMUS dan dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Eny Winaryati, M.Pd., Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan (BAK) Fitria Fatichatul Hidayah, pimpinan fakultas, dosen, serta perwakilan mahasiswa relawan.

Pelatihan ini menghadirkan Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Gadjah Mada, Wuri Handayani, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen UNIMUS dalam memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa dengan kebutuhan khusus, sekaligus menjawab tantangan kompleksitas layanan kemahasiswaan di era digital.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menyampaikan bahwa bidang kemahasiswaan memiliki tanggung jawab luas, mulai dari pembinaan prestasi hingga penanganan berbagai persoalan mahasiswa. Ia menyoroti perkembangan teknologi yang memunculkan tantangan baru, seperti fenomena judi online, pinjaman online, serta meningkatnya kebutuhan layanan khusus bagi mahasiswa disabilitas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas sivitas akademika agar mampu memberikan pendampingan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Menurutnya, melalui fasilitasi BAK dan penguatan delapan pilar layanan kemahasiswaan, berbagai isu dapat ditangani secara sistematis. Implementasi program dimulai dari tingkat program studi, kemudian dikembangkan ke level universitas agar tercipta kebijakan yang terintegrasi dan berkesinambungan.
Dalam sesi materi, Wuri Handayani menjelaskan konsep pendidikan inklusif di perguruan tinggi serta strategi pelatihan dan pendampingan mahasiswa disabilitas. Ia menekankan bahwa layanan inklusif tidak hanya berfokus pada penyediaan akses fisik, tetapi juga mencakup dukungan akademik, psikososial, serta penguatan kemandirian mahasiswa. Pendekatan ini dilakukan melalui koordinasi lintas unit, pelatihan berkelanjutan, serta pelibatan mahasiswa relawan sebagai pendamping.

Kegiatan ini juga menegaskan peran strategis mahasiswa relawan dalam gerakan sosial kampus, khususnya sebagai relawan pendamping disabilitas. Kehadiran relawan menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa dalam menciptakan lingkungan akademik yang ramah, adaptif, dan menghargai keberagaman, baik disabilitas motorik, mental, maupun sosial.
Melalui pelatihan ini, UNIMUS berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai layanan ramah disabilitas serta mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran dan pendampingan mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen UNIMUS dalam mewujudkan kampus inklusif yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa.